Saturday, March 18, 2017

V

Beberapa kalimat yang akan kita temukan dalam buku mafia manager


Kamu bisa mendapatkan hasil lebih banyak dengan kata-kata manis dan sepucuk senjata daripada hanya dengan kata-kata manis. -AL CAPONE-


Berikut beberapa petikan kata yang tercantum :

  • Orang yang meniup api mengkilat matanya.
  • Kelaparan mengubah roti tawar menjadi kue, mengubah jagung menjadi bistik.
  • Kesempatan menciptakan maling; maling yang tidak mempunyai kesempatan mencuri menganggap dirinya sendiri orang jujur.
  • Jika kamu hams melukai orang, lakukan itu dengan sebrutal mungkin sehingga kamu tak perIu takut pada pembalasannya.
  • Bahkan tikus saja menyediakan tiga buah lubang.
  • Jika kamu membiarkan musuh-musuhmu atau teman-temanmu mengira mereka sederajat denganmu, tak lama kemudian mereka akan menganggap dirinya atasanmu.
  • Jangan mencoba mengubah musuh-musuhmu, usahakan saja mengendalikan mereka. Ketahuilah di mana mereka, apa yang mereka pikirkan, dan siapa yang mereka percayai.
  • Berikan janjimu dengan sepatah kata; penuhi janji mu dengan sekuat tenaga.
  • Jika kamu marah, tutup mulutmu tapi buka matamu lebar-lebar. Tetapi yang penting bukan marah, melainkan impas.
  • Katakan pada dirimu sendiri siapa dirimu kelak, kemudian lakukan apa yang perIu.
  • Jangan sekali-kali meremehkan tiga hal ini: (1) kemampuan-kemampuan musuhmu; (2) kelicikan musuhmu; (3) keserakahan musuhmu. Tetapi juga jangan memandangnya kelewat tinggi.
  • Satu-satunya cara menyimpan rahasia adalah membisu seribu bahasa.
  • Jika kamu terpaksa berdusta, jangan bertele-tele.
  • Banyak berpikir, sedikit bicara.
  • Jika kamu tidak bisa menang dengan bertarung secara fair, main kotor itu wajib. Atau usahakan pihak ketiga menjalankan pertarunganmu.
  • Ajari lidahmu untuk mengatakan "Aku tidak tahu."
  • Jika kamu harus memukul orang selagi kamu marah, usahakan jangan sampai mengenai diri sendiri.
  • Api bisa ditutup-tutupi, tetapi asap tidak.
  • Jauh lebih baik musuh-musuhmu mengira kamu gila daripada berpikiran waras dan jernih.
  • Sebutir gandum tidak memenuhi sebuah karung, tetapi tetap berguna.
  • Hal kebetulan itu tidak pernah ada .
  • Bukalah mulut dan dompetmu dengan hati-hati.
  • Pelajarilah kebijaksanaan konvensional, kemudian hindarilah.
  • Si gagak mati tenggelam karena menganggap dirinya seekor camar.
  • Pertahanan terbaik melawan pengkhianat adalah pengkhianatan.
  • Terimalah peringat an dari orang lain mengenai apa yang mungkin akan menguntungkan kamu, tetapi jangan memberikan peringatan apa pun pada orang lain.
  • Ketika kamu berhasil menangkap ikannya, umpannya kamu lepaskan. lni kerugian yang perlu direlakan.
  • Usahakan selalu menarik si ular dari lubangnya dengan tangan orang lain.
  • Jangan menggunakan kedua kakimu untuk mengukur dalamnya sungai.
  • Mereka yang tidak dapat bertindak sesuai keinginan harus bertindak sesuai kemampuan. Pastikan kamu mampu bertindak sesuai keinginan; kalau tidak, jangan tetap kan itu sebagai sasaranmu.
  • Tergesa-gesa adalah ibu kesialan.
  • Orang yang ingin menggantung diri sendiri selalu bisa dituntun menuju tiang gantungan.
  • Semua hukum tidak berlaku di depan keperluan yang mendesak.
  • Pentolan preman jalanan yang cerdik mengerjakan sebagian tugas kotor sendirian, dan memastikan agar anak buah tahu tentang itu.
  • Jika kamu dipaksa membungkuk, membungkuklah serendah mungkin. Dan tanamkan itu dalam ingatanmu sampat kamu melampiaskan dendam kesumatmu.
  • Dibutuhkan seribu pukulan untuk menanam sebatang paku di kegelapan.
  • Jangan sekali-kali mempersulit kesulitan sampai kesulitan mempersulit kamu.
  • Pegang teguh apa yang paling kamu ketahui. Pohon yang dipindah-pindah tak pernah subur.
  • Jangan sekali-kali mengusik rampokan orang lain. (Suatu ketika itu bisa menjadi bumerang bagimu sendiri.)
  • Keberanian dalam bisnis adalah syarat nomor satu, nomor dua, dan nomor tiga.
  • Tetapkan prioritas: Jika kamu berada di tengah tengah gerombolan buaya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan rawanya.
  • Segala sesuatu di dunia ini menuntut imbalan.
  • Seribu teman tak pernah cukup; satu musuh sudah cukup. Musuh yang "jinak" tak pernah ada.
  • Buatlah rencana serumit mungkin, tapi berikan perintah sesederhana mungkin.
  • Jika kamu tidak bisa menang, buatlah agar harga kemenangan musuhmu setinggi langit.
  • Bersikaplah santun pada semua orang, ramah pada banyak orang, akrab dengan segelintir orang, dan bersahabat dengan satu dua saja.
  • Orang tolol tidak dapat menyembunyikan kebijaksanaannya.
  • Tameng yang terbaik adalah menjaga jarak pukulan.
  • Ketika taruhan dibuat, pastikan agar kamu sendiri yang memegang dadunya.
  • Musuhmu tak pernah sekuat yang kamu duga. Begitu pula kamu.
  • Sahabat kental seekor burung nazar yang kelaparan adalah bangkai seekor kuda. Dengan kata lain, bahkan anak haram jadah pun ada gunanya.
  • Lebih baik seekor keledai yang mengangkut beban daripada seekor kuda yang melemparkan tuannya.
  • Di negeri terjanji yang subur banyak orang mati kelaparan.
  • Si ikan tewas karena mulutnya yang menganga.
  • Setiap kacung menyimpan jas sutera seorang capo dalam almari pakaiannya.
  • Genderang besar hanya terdengar bagus dari kejauhan.
  • Baja jelek tidak mungkin kamu buat tajam.
  • Sesekali dengarkanlah badut-badut; mungkin kamu bisa menarik pelajaran berharga. Tetapi jangan sekali kali mendebat mereka.
  • Jangan menghakimi orang lain berdasarkan apa yang kamu dengar tentang mereka.
  • Sabaran untuk sementara; nyaman untuk sepuluh tahun.
  • Rajawali tidak berburu lalat.
  • Jika anak panah lepas dari busurnya, dia tak pernah kembali.
  • Jika kamu tidak meminta bantuan mereka, semua orang akan santun.
  • Yang membayar banyak dilayani dengan baik.
  • Tidak ada lelaki yang senang keutamaan sebagaimana dia senang wanita.
  • Uang disambut hangat bahkan sekalipun ia datang dengan bungkus kotor.
  • Jika kamu tidak bisa melihat bercak dalam setengah jam pertama menghadapi meja makan, berarti semua beres.
  • Sepuluh negeri dikenal dengan lebih cepat daripada beberapa orang.
  • Lelaki yang jatuh cinta-pada apa pun-akan kehilangan harga dirinya dan, bersamaan dengan itu, nalar sehatnya. Pengetahuan mengenai hal ini membantu menangani bawahan dan musuh.
  • Biarawati yang minggat selalu menjelek-jelekkan biaranya.
  • Badut yang membisu akan dianggap orang bijak;
  • Apa yang berputar akan sampai ke Sini juga, tetapi tidak pernah tepat waktu.
  • Dalam badai, berdoalah pada Tuhan tetapi kayuhlah dayung menuju pantai.
  • Serigala kehilangan taring mereka tetapi bukan sifat mereka.
  • Dari lima belas orang yang menyanjung, setidak tidaknya empat belas berdusta.
  • Jika suatu masalah terasa tidak terpecahkan, carilah wanitanya, atau pejantannya.
  • Tanganilah fakta-fakta dari suatu situasi buruk seakan akan fakta-fakta itu lebih parah daripada yang kamu ketahui. Fakta-fakta situasi yang baik jangan sekali kali kamu usik.
  • Setiap obat untuk situasi yang buruk mempunyai efek samping. Pilihlah obat dengan efek samping paling kecil.
  • Percayailah orangnya, bukan sumpahnya.
  • Tidak ada solusi yang memuaskan setiap orang.
  • Jika kamu terpaksa mengiris, yakinkan korbanmu bahwa kamu seorang ahli bedah.
  • Banyak omong, banyak dusta.
  • Obat yang mujarab selalu pahit.
  • Sentimen adalah untuk bayi yang masih menyusu.
  • Jika diberi waktu cukup, tidak satu tugas pun akan rampung.

No comments: